Pengindraan jauh (remote sensing) adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu subjek, daerah, atau fenomena melalui analisa data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji. inderaja merupakan suatu ilmu dan teknologi. Inderaja merupakan suatu ilmu bila digunakan untuk lingkup studi inderaja sendiri dan merupakan suatu teknik bila digunakan penunjang untuk mempelajari bidang ilmu lain.
Energi yang dipantulkan, diserap dan ditransmisikan akan berbeda untuk objek yang berbeda, tergantung pada jenis materi dan kondisinya. Perbedaan ini memungkinkan untuk membedakan obyek yang berbeda pada suatu citra.
Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem informasi yang dirancang untuk bekerja dengan data yang bereferensi spasial atau berkoordinat geografi. Sistem Informasi Geografis dapat diasosiasikan sebagai peta yang berorde tinggi yang juga mengoperasikan dan menyimpan data non-spasial. Disebutkan juga SIG telah terbukti kehandalannya untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisa, dan menampilkan data spasial baik biofisik maupun sosial ekonomi. Secara umum SIG menyediakan fasilitas-fasilitas untuk mengambil, mengelola, memanipulasi, dan manganalisa data serta menyediakan hasil baik dalam bentuk grafik maupun dalam bentuk tabel, namun demikian fungsi utamanya adalah untuk mengelola data spasial.
Dalam dunia perikanan, dua aspek ini sangat penting dan berguna bagi perkembangan kemajuan perikanan di Indonesia. Dengan menggunakan penginderaan jauh dan SIG kita dapat mengetahui komponen-komponen penting yang ada di suatu perairan. Seperti misalnya suhu permukaan laut (SPL), konsentrasi klorofil, daerah penangkapan ikan, kawasan konservasi, bahkan penentuan wilayah yang cocok untuk digunakan sebagai tempat wisata bahari. Dengan memanfaatkan kedua aspek diatas maka akan dapat mendongkrak kondisi dunia perikanan kita yang kini semakin lama semakin menurun.
Sumber:
Lillesand and Kiefer. 1979. Remote Sensing and Image Interpretation. Jhon Wiley & Son Inc. New York.
Barus dan Wiradisastra. 2000. Sistem Informasi Geografi, Laboratorium Penginderaan Jauh, dan Kartografi. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.
Thursday, October 7, 2010
Proses Pengolahan Data Citra MODIS untuk Menduga Konsentrasi Klorofil-a sebagai Indikator Tingkat Kesuburan di Perairan Utara Papua
Abstract
Klorofil-a merupakan suatu pigmen yang didapatkan dalam fitoplankton, dan mempunyai fungsi sebagai mediator dalam proses fotosintesis. Oleh karena itu, kandungan klorofil-a dalam perairan merupakan salah satu indikator tinggi rendahnya kelimpahan fitoplankton atau tingkat kesuburan suatu perairan. Keterbatasan panca indera manusia untuk memantau kondisi lingkungan laut sudah dapat diatasi dengan perkembangan teknologi satelit, yaitu dengan aplikasi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG).
Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah untuk menduga konsentrasi klorofil-a sebagai indikator tingkat kesuburan di perairan Utara Papua.
Metode yang digunakan pada Praktek Kerja Lapangan ini adalah dengan cara men-download data citra MODIS-Aqua dan mengolahnya ke dalam software-software SIG seperti Seadas 5.3, Er Mapper 7.1, dan ArcView 3.2., wawancara dengan staf-staf di Pusat Data LAPAN, dan studi pustaka/literatur.
Hasil yang diperoleh pada PKL ini yaitu berupa Peta Sebaran Klorofil-a di Wilayah Perairan Utara Papua tanggal 11 Februari 2010, dengan membuat range nilai konsentrasi klorofil-a antara 0 – 3 mg/m3. Nilai konsentrasi klorofil 0 mg/m3 artinya pada koordinat tersebut daerah perairan tertutup oleh awan; 0,001 - 0,05 mg/m3, 0,051 – 0,1 mg/m3, 0,11 – 0,3 mg/m3, 0,301 – 0,5 mg/m3, 0,501 – 1,0 mg/m3, 1,01 – 1,5 mg/m3, 1,501-2 mg/m3, dan 2,01 -3 mg/m3. Proses klasifikasi ini bertujuan untuk membedakan warna pada setiap nilai konsentrasi klorofil-a yang ada.
Kesimpulan yang diperoleh dari PKL ini yaitu pendugaan konsentrasi klorofil-a pada daerah koordinat perairan utara Papua berdasarkan hasil pengolahan data citra MODIS-Aqua dan layout peta terlihat wilayah yang fitoplanktonnya banyak terdapat di bagian yang cenderung ke arah pantai daripada di bagian lepas pantai, berarti dapat diduga bahwa daerah sebaran klorofil-a tersebut memiliki kesuburan perairan yang tinggi.
Kata kunci: Klorofil-a, Penginderaan jauh, SIG, Konsentrasi, Kesuburan
Untuk file selengkapnya bisa didownload link dibawah ini:
Subscribe to:
Posts (Atom)